VALENTINE OH VALENTINE

Oleh : Rina Hafidz

If there were no words…. No way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside, I’d still feel for you

And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine.

( Penggalangan lagu diatas adalah lagu wajib di Bulan Pebruari yang dinyanyikan oleh Martina McBride diiringi lantunan piano Ciamik dari Jim Brickman dengan judul Valentine).

Asal Muasal Valentine

Kalau mau mencari tahu sejarah mengapa ada acara valentine itu sangat mudah sekali bagi kamu yang terbiasa mengakses internet cukup ketik “ sejarah valentine ” dimesin pencari Google maka kita akan temukan artikel / tulisan yang melimpah ruah yang membahas masalah ini. Sekilas penulis memberikan penjelasan tentang asal muasal valentine dari berbagai versi. Ada versi yang mengatakan, dulu sebelum masa kekristenan, jaman Yunani Kuno Dan Romawi kuno ada tradsi pesta yang dilakukan tiap pertengahan Pebruari. Di jaman Athena kuno, tradisi ini disebut sebagai Bulan Gamelion yaitu masa menikahnya dewa Zeus dan dewi Hera. Sedangkan di jaman Romawi Kuno, disebut hari raya Lupercalia sebagai peringatan terhadap dewa kesuburan Lupercus, yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba, dan dewi cinta Juno Februata. Dimana pada hari raya ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Lotre pasangan, yaitu para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah benjana lalu para pria mengambil satu nama dalam benjana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Tradisi inipun menyebar dengan cepat keseluruh Eropa. Kemudian Kristen pun masuk ke Eropa, namun penyebarannya terhambat ketika benturan dengan tradisi dibulan Pebruari ini. Dicarilah cara agar bisa menarik orang masuk agama Kristen sehingga diadopsilah perayaan kafir pangan ini dengan memberi kemasan kekristenan. “ jadilah Paus Gelasius I pada 14 Pebruari 469 M mengubah upacara Romawi Kuno Lupercalia ini dan meresmikannya menjadi Saint valentine’s Day ”, hal ini juga dilakukan untuk menghormati Pendeta Valentino yang dihukum mati oleh Raja Claudius II ( 268- 270 ) karena memtertahankan keyakinannya dan ada juga yang mengatakan Pendeta ini mati karena membela kisah cinta 2 anak manusia padahal gereja telah melarangnya. Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa tanggal 14 Pebruari ini adalah musim kawin sejenis burung tertentu.
Sekilas dari penjelasan asal muasal Valentine’Day ( VD ) jelas sekali bahwa budaya VD dan merayakannya bukan bersala dari Islam. Mungkin ada yang berkomentar begini : “ kan boleh, Cuma sekedar merayakannya saja lagian VD ini adalah hari kasih sayang sedunia yang universal ”. oke. Namun kita sebagai kaum muslimin sudah diingatkan oleh Allah dalam Firmannya : “ Dan janganlah kamu mengikuti apayang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati. Semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban. ”
( QS Al-Israa [ 17 ] : 36 )
Disinilah Khasnya Islam yang selalu mengajak kita untuk selalu cerdas dalam menyikapi suatu perbuatan termasuk menyikapi perayaan VD. Agar kita tidak menjadi generasi pembebek yang hanya ikut-ikutan saja.
Rasulullah SAW. Bersabda : “ Kamu telah mengikuti Sunnah orang –orang yang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya : Wahai Rasulullah, Apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani? kalau bukan mereka saipa lagi. “
Umat islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia kini sudah tergilas menjadi umat pembebek atau pengekor akibat kebodohan umat yang semakin meluas. VD adalah sarana perusak generasi kaum muslimin karena, pertama, mulai dari asal muasalnya yang tidak dibenarkan bila dirayakan. Kedua, merayakan VD pasti berdua bersama pasangan atau pacar. Ketiga, kalau sudah begini mau dibawa kemana dua jenis anak manusia ini, gaul bebas, sangat mungkin.
Valentine’s Day adalah budaya barat yang dijadikan senjata untuk mendangkalkan aqidah umat islam dan menjaukan kaum muslimin dari ajaran islam. Dalam konfrensi misionaris dikota Quds ( 1935 ), Samuel Zweimer, seoarang yahudi yang menjabat sebagai direktur organisasi misi Kristen, mengatakan, “ Misi utama kita bukan manghancurkan kaum muslim sebagai seorang Kristen……tujuan kalian adalah mempersipkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar hawa nafsu ”.
Menyedihkan sekali, karena Keinginan mereka kearah itu telah berhasil ini bisa dilihat dari berbagai fakta dimana generasi kaum muslimin lebih mengenal budaya-budaya hedonisme yang bersal dari barat seperti April Mob, Heloween, Old end New, dan acara Valentine’s Day yang perayaannya sangat meriah pada bulan ini.

Valentine’s Day Itu Bualan

Kebohongan besar kalau VD adalah hari kasih sayang. Karena kalau memang seperti itu kenapa yang dijadikan sasaran adalah generasi muda. Bukan Bapak- Ibu kita, Kakek- Nenek Kita. Jadi jelas sekali bahwa VD adalah sarana untuk merusak aqidah generasi umat Islam. Kalau generasi bangsa ini sudah rusak maka akan dengan mudah untuk merusak sendi-sendi lainnya. Bukankah pemuda adalah tonggak sebuah kebangkitan. Di Negara asalnya yang selalu menjajakan VD sebagai hari kasih sayang, namun buktinya. Angka perceraian tinggi, anak-anak menjadi rusak karena Broken Home, Prostitusi merajalela bahkan disahkan oleh Negara, aborsi juga dilegalkan, para orang tua ditelantarkan di panti jompo, inikah kasih sayang yang mereka contohkan.
Coba sekarang kita tengok kearah timur, Palestine hancur akibat kebiadaban mereka ribuan jiwa menjadi korban yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan yang terjadi diakhir tahun ini, Irak hancur lebur, muslimahnya menjadi korban pemerkosaan para tentara Barat, Negerinya dijajah dan dirampok, belum lagi Afghanistan, Bosnia, Checnya, bahkan Indonesia. Kalau bukan secara fisik pastilah secara ekonomi, pemikiran dan budaya. VD adalah penjajahan melalui budaya yang dipaksakan kepada generasi muda kita. Melihat Fenomena diatas, ternyata sangat jauh sekali kenyataan dengan syahdunya Lirik lagu yang berjudul Valentine.

Campakkan Valentine’s Day

Kalau hanya sekedar alasan kasih sayang, Islamlah sumber dan muara dari kasih saying itu. Mulai dari haramnya aborsi, naluri kasih sayang seorang ibu juga dijaga agar tidak rusak oleh paham atas nama kebebasan. Penghargaan seorang anak yang tinggi untuk menghormati Orang tuanya.tidak ada konsep penitipan jompo dalam Islam. Hubungan lelaki dan perempuan bila ingin berkasih sayang ada sarananya. Pernikahan. Disinilah satu sama sama lain diajari untuk mengenal kasih sayang sejati dan laki-laki diajari untuk bertanggung jawab.
Bukan hanya dengan sesama manusia , kasih sayang dianjurkan oleh Islam untuk diberikan kepada makhluk lainnya. Semisal Hewan, Tumbuhan, dan Lingkungan. Hewan boleh disembelih sewajarnya untuk memenuhi kebutuhan manusia, jangan malah terbalik. Banyak orang kafir itu tidak menyakiti binatang . tapi hobi membantai manusia khususnya kaum muslimin. Tumbuhan juga harus diperlakukan dengan seharusnya. Tidak ada eksploitasi hutan demi memenuhi hawa nafsu. Begitu juga lingkungan.
Kalau sudah begini, masihkah kita percaya dengan VD adalah hari kasih sayang. Naïf banget dong kalau iya. Ingat VD adalah strategi untuk merusak Aqidah generasi kaum muslimin. Cukup Islam saja sebagai tolak ukur perbuatan kita. Campakkan VD dan jadikan Islam sebagai way of Life yang penuh kasih sayang. Yukk,, kaji Islam dengan cerdas dan takwa.
Dicari: Feminis Moral Untuk Indonesia!

Oleh : Abdul Qodir Qudus

Sebenarnya, saya enggan memakai kata "feminis". Tapi bagaimana lagi, kata itu kadung menjadi sebutan bagi perempuan yang "gelisah" terhadap hak perempuan dan memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masalah-masalah kaum perempuan.
Perbincangan mengenai masalah perempuan yang terus bergulir hingga kini, tidak pernah lepas dari semua aspek kehidupan. Semua hal selalu nampak "bias gender" ketika kita telah menyentuh ranah pembelaan hak terhadap perempuan. Memang, kita tidak memungkiri bahwa masih banyak para perempuan yang terlilit oleh ketidakpekaan lingkungan sosial mereka (termasuk didalamnya perempuan yang lain dan laki-laki) terhadap keharmonisan dan kesadaran akan tanggungjawab bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih humanis.
Moralitas perempuan: Bilakah engkau diperjuangkan?
Terlepas permakluman dan pemahaman, sepakat-tidak sepakatnya penulis terhadap isu-isu kesetaraan yang diangkat kepermukaan oleh para pemerhati perempuan, sepertinya perlu ada banyak hal yang harus terungkap dibalik sisi lain kehidupan perempuan di masyarakat kita ( Indonesia ) saat ini.
Sebuah paradigma yang mengajak perempuan dan para pejuangnya (baca:feminis) mencari akar dari segala permasalahan perempuan yang sering terabaikan di tengah deru perjuangan kesetaraan dan keadilan gender.
Perjuangan hak-hak perempuan selalu bermula pada akibat dari sebuah perbuatan yang memojokkan perempuan sebagai posisi korban (perempuan dilecehkan, dirampas haknya dan sebagainya).

Namun ada yang mengganjal pemikiran penulis akhir-akhir ini, bahwa perjuangan para pemerhati perempuan justru cenderung menjadikan kelemahan atau anggapan ketidakberdayaan terhadap perempuan semakin menganga dan tereksploitir. Akibatnya, justru paradigma perjuangan perempuan tidak berkembang dan cenderung kasuistis, akibat lain dari hal tersebut adalah kebekuan perjuangan perempuan seperti yang kita lihat hanya bersifat temporal, monumental dan berorientasi pada hal-hal yang nampak secara fisik dan materi. Dengan standar kebebasan dan keberhasilan kebebasan yang materialis pula.

Ada yang dilupakan dari para pejuang hak-hak perempuan. Yaitu, makna kesejatian dari perempuan itu sendiri. Makna kepantasan, ketinggian moral dan budaya. Mengapa hal tersebut terjadi? Jawabannya jelas: karena mereka hanya menuntut hak dan menjadikan pemikiran-pemikiran bebas sebebas-bebasnya sebagai acuan berpikir. Alhasil, ada ketimpangan budaya dari hingar bingarnya perjuangan perempuan.
Ada kegelisahan tersembunyi yang tidak pernah terungkap dalam diskusi-diskusi tentang kesetaraan gender. Ada kelemahan yang tidak terungkap dan mungkin "enggan" diakui dan terabaikan oleh para pejuang perempuan kebanyakan.

Kegelisahan tersembunyi itulah, persoalan moral dan segala hal yang berkenaan dengannya, termasuk perilaku dan gaya hidup. Degradasi perempuan di masyarakat kita hampir menjadi sesuatu yang tidak layak jual di forum-forum perempuan. Suara-suara keprihatinan akan degradasi moralitas perempuan seolah tercibir oleh kaum perempuan sendiri sehingga banyak diantara mereka menganggapnya sebagai isu komunitas dan tidak trend.

Persoalan pelecehan dan pemerkosaan selalu ditanggapi setelah terjadi, bukan bagaimana mengupayakan semua kebiasaan, polah tingkah, dan tatanan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang lebih beradab, tertata dan penuh kesopanan. Protes-protes atau kritik terhadap hal-hal yang kurang sopan justru dicecar dengan alasan-alasan kebebasan.
Persoalan moral yang terjadi di dalam sebagian besar perempuan di Indonesia telah begitu kronis sehingga melahirkan mentalitas easy going dan permissive terhadap semua hal yang hingar bingar, pergaulan bebas diantara remaja misalnya dan semua alasan modernitas yang disodorkan sebagai alasan pemaaf dan pembenar perilaku yang jauh dari norma adat dan budaya serta agama. Feminis Moral: dicari!

Jika kita mau lebih jujur mengamati, saat ini banyak perempuan dan LSM perempuan yang mencoba untuk menunjukkan minatnya kepada permasalahan perempuan. Mereka begitu getol memperjuangkan bagaimana seorang perempuan dapat menunjukkan eksistensi mereka di ranah publik. Dan semua telah hampir terpenuhi. Kesetaraan yang mereka perjuangkan atas nama emansipasi sudah tercapai (meskipun bagi sebagian perempuan belum).

Namun, sayang, ketika persoalan moralitas dan segala hal yang memerlukan kejujuran dan kepekaan rasa keperempuanan untuk menilainya disodorkan pada mereka, mereka seolah bisu dan tak terdengar gaungan perjuangan dan kepeduliannya.
Contoh kecil, betapa sulitnya bangsa ini memberikan ketegasan tentang pornografi sementara begitu banyak aktivis perempuan di negeri ini. Tak heran, sebab memang kebanyakan dari mereka mungkin tidak sempat memikirkan hal-hal "sepele" ini dibanding isu-isu publik, pro-kontra poligami, melejitkan karier, quota politik, isu-isu bisnis, talk show-talk show kepribadian dan kecantikan, yang tentunya lebih menggiurkan bagi para funding para perempuan "modern" di negeri ini.
Feminis moral mau tidak mau harus lahir dari negeri "berbudaya" dan "bermoral" bernama Indonesia ini. Negeri yang sebagian perempuannya telah lebih bule daripada para bule. Negeri yang para perempuannya menjadi pangsa pasar terbesar serbuan penjajahan gaya baru melalui trend, mode, gaya hidup dan pola pikir. Negeri yang para perempuan (ibu-ibu dan remaja putri) begitu fasih bicara tentang tempat-tempat shopping dan cafe-cafe ternyaman. Negeri yang para prianya semakin hari semakin buas karena tersuguhi tontonan dan gadis-gadis siap saji. Kasar memang tapi inilah wajah perempuan dan masyarakat kita hari ini. Dimana menegur mereka tidak lagi bisa dengan bahasa-bahasa halus sebab mereka telah kehilangan apa itu rasa malu. Jadi untuk apa basa basi?
Feminis moral itu harus muncul dengan kemunculan yang benar-benar lahir dari sebuah pemahaman dan keprihatinan akan kondisi kaummnya. Bukan "tertokohkan" hanya karena dia sekali dua tampil sebagai pembicara di sebuah seminar lalu tiba-tiba "dinobatkan" sebagai aktivis perempuan.

Dia harus lahir dari sebuah pemahaman yang integral tentang permasalahan perempuan dan semua hal yang melingkupinya. Dia tertokohkan karena melakukan perubahan, bukan untuk mendongkrak popularitasnya. Meskipun sebenarnya untuk menjadi seorang feminis moral dia justru harus siap untuk tidak terkenal dan bahkan harus bekerja keras.

Feminis moral itu hendaknya memiliki kecintaan terhadap budaya positif bangsa ini, meskipun ia bukanlah orang yang gagap terhadap pola pikir progresif. Ialah feminis yang tidak hanya menyuarakan hak namun juga sadar bahwa kewajiban adalah sejoli dari hak itu sendiri.
Feminis moral itu hendaknya konsisten terhadap apa yang diyakininya, sebab yang akan dirubahnya adalah pola pikir, kultur, maka ia semestinya mampu menjadikan dirinya lebih bermoral dari orang lain. Standar berpikir Sang feminis moral ini adalah keteguhan prinsip dan kepekaan yang dalam terhadap kepantasan. Ia harus siap berpredikat "kuno" diantara para aktivis perempuan yang mendapik diri mereka "modern".

Ia dapat bersikap toleran terhadap perbedaan pemahaman namun tidak untuk meluruhkan prinsipnya. Ia berpola pikir progresif namun tertuntun oleh pemahaman religius yang matang.

Entahlah, kapan Sang Feminis Moral itu muncul di negeri ini dan membawa semangat perubahan dan perbaikan moral perempuan dan laki-laki. Semestinya ia lahir atau muncul secepatnya, agar kelak anak-anak di negeri ini masih sempat dilahirkan dan diasuh oleh ibu-ibu yang bermoral ,cerdas dan berbudi-pekerti luhur. Agar kedepan negeri ini masih sempat di sebut negeri yang adiluhung, bersahaja.

Jika mungkin diantara anda ada yang memenuhi kriteria itu atau sedang menempa diri seperti itu, atau jika anda seorang pemerhati perempuan yang tengah gelisah dan bingung menentukan aliran perjuangan anda, mungkin tulisan ini bisa menjadi referensi perenungan yang akan menghantarkan anda menjadi para pejuang moral yang tulus dan mampu meretas ruh (semangat) baru perbaikan moral negeri bernama INDONESIA ini.
Sheina
Sapeken Undercover
Chapter 3

Oleh : Minhadzul Abidin

Tatapan itu mulai Aku rasakan dimana penderitaan dan segala kekecewaan dalam tatapan itu, penuh gejolak emosi, seperti tatapan dendam, wajahnya membeku dan nafasnya tersengal-sengal, tubuhnya penuh keringat dan mulutnya membisu tetapi Aku yakin dia mau berkata sesuatu. hatiku semakin berharap semoga bukan dia, tetapi semakin mendekat, Aku semakin yakin dia adalah SheinAku, dia adalah ruh abadiku, dia adalah tumpuan harapanku dan cita-citAku, dia adalah surgAku, dia adalah nafasku, disampingnya tergelatak laki-laki botak biadab yang mempunyai julukan pendekar pemetik bunga, yang namanya seperti tokoh anti kekerasan di India, pahlawan yang mempunyai nama besar bukan hanya di India tetapi di dunia, tetapi kalau orang ini berbeda sekali dengan namanya “apa istimewanya dia?, sudah botak, tua, pengangguran, punya istri banyak” hatiku bergumam, kemana Dare yang sejak seharian bersama Sheina, sejak kapan Sheina kenal ama si BOBBI ini (Botak Biadab), “kok gampang sekali Sheina tunduk kepada laki-laki itu”,suara hatiku mengeluh, dan apa arti perubahan dan ide-ide revolusioner kaum wanita di kepulauan yang kemarin sering dilontarkannya, beberapa pertanyaan menghantui dalam batas kesadaranku, tetapi itu tidak membuatku marah atau kecewa dengan Sheina, Aku berpikir positif saja, Aku akan selalu mencintai kamu Sheina.

“ bakar saja, rajam!!” suara-suara itu semakin menjadi, ibarat lolongan serigala di film horor, mereka tidak tahu apa yang kurasakan nuansa mengharu biru dalam dekapan hatiku, air mata yang merupakan wujud titipan kenikmatan Tuhan yang diberikan kepada manusia begitu mudahnya Aku keluarkan, karena selama ini ditengah perjalanan kehidupanku yang tidak menemukan titik akhir yang selalu terurai derita dan menyulam kenisbian, air mata itu jarang Aku keluarkan, “Anak Durhaka, bangsat, mati saja kamu” suara lengkingan yang treblenya dinaikkan kemudian bass nya diturunkan menghentakkan degup jantungku yang sejak dari tadi berirama seperti alur musik lagu rapnya eminem yang bergerak dalam irama cepat sekarang menjadi nyayian bunga seroja yang syahdu karena sura lengkingan sosok gaek didepanku yang dengan cepat, secepat tangan Peter Cech (kipper Chelsea) menghalau tendangan Criastiano Ronaldo (Manchaster United), kemudian tangan itu menampar wajah mulus itu, ditambah lagi tinju Uppercut dari laki-laki tua itu, ya kalau ditambah lagi dengan tendangan tanpa bayang Jet Lie mungkin apa jadinya?, sejenak Aku mulai beraksi, Aku tidak akan pernah rela seorang perempuan dipukuli didepan matAku, ada dua hal yang menjadi kelemahanku yang mungkin bisa menjadi keunggulanku, pertama Aku tidak mungkin rela wanita menangis didepanku dan Aku akan luluh dan merasa bersalah jika wanita menangis didepanku, kedua Aku tidak akan pernah mengecewakan atau bahkan melukai hati seorang wanita, karena wanita adalah sosok ibu yang harus kuhormati, seperti Ibu ku yang selalu penuh kasih sayang kepadAku, romantis kan Aku

Bapak tua tersebut dengan pasti mulai melayangkan tendangan tanpa bayang jet lie yang merupakan jurus pamungkasnya, yang memliki kecepatan tinggi yang kalau dilebih-lebihkan, setara dengan kecepatan suara yang sama dengan 1238 kilometer/jam, tetapi dengan kecepatan cahaya 1 c (Konstanta kecepatan cahaya) yang sama dengan 1.079.252.848,80 kilometer perjam (km/h) Aku mulai menghalau tendangan tanpa bayang itu, karena tidak berdasar rumus waktu yaitu jarak dibagi dengan kecapatan (t = v / t) , PLAKKK!!! terpaksa tendangan itu mendarat dimukAku, Aku tidak mengitung waktunya dengan tepat, sakitnya minta ampun, bintang-bintang dan bentuk yang beraneka ragam sudah ada didepan matAku, matAku mulai lelah dan tubuhku bergoyang, tetapi entah kekuatan dan dorongan apa Aku mulai mengeluarkan jurus-kuda-kuda yang sempat Aku pelajari waktu di Madrasah dulu, dan ilmu turunan dari orang tua MANCA “dere, Rasyad duko kokobbongan” , ada yang nyeletuk “ hei, anak muda, mengapa kamu membantu wanita hina kayak dia?, mau cari mati juga kamu, ” suara orang yang berkumis melintang bak sakera memanaskan suasana, “ maaf sebelumnya, saya tidak mau ikut campur, tetapi Negara kita adalah Negara hukum, dimana kita tidak bisa kita melAkukan tindakan main hakim sendiri, ” dengan bijak Aku mulai menjelaskannya dengan hati-hati, “ hei anak muda, ini hukum Islam dan bagian hukum adat kita, bagi siapa yang berzina harus dirajam” kata bapak yang berkumis tebal itu, “ maaf pak memang benar kewajiban kita selalu berpedoman dengan hukum islam, tetapi kita hidup di Negara yang memakai hukum positif dan hukum islam harus kita pahami secara kontekstual dan ada kaidah fiqih yang mengatakan “taghayyur al-ahkam bi taghayyur al-azminati wa al-amkan,” hukum berubah sesuai dengan waktu dan tempat “ dengan pengetahuan yang pas-pasan Aku dapatkan waktu diskusi tahun lalu dengan teman-teman dari FORMACI (Forum Mahasiswa Ciputat), berguna juga ya dalam hatiku , “ Jadi kamu tidak percaya dengan hukum Islam” Bapak berkumis tebal itu mulai naik pitam, “hei Bacok, Aku ini Bapaknya dan Aku rela anak seperti ini mati digantung malu-maluin nama orang tua, ” dengan aksen dan gaya madura, “kamu jangan ikut campur!!!” lanjut Bapak tua tadi sembari diacungi jempol sama bapak yang berkumis lebat yang mencoba menjadi provokator , “jangan berdebat rajam,rajam” suara itu mmbekap suasana, mengelapkan nalar yang sudah mulai kelam ingin memuntahkan lahar kemarahan mereka, kemudian datanglah aparat keamanan seperti di film yang sering datang belakangan setelah semua urusan sudah selesai, tetapi untung saja aparat keamanan ini datang tepat waktu (tumben) “lebih baik besok kita selesaikan masalah ini dikantor polisi dan diharapkan bubar “ begitu pak polisi menginstruksikan “wuuu, Polisi Patek” , suara itu sayup-sayuup terdengar sembari massa membubarkan diri, “ awas kamu ya!! jangan pulang ke rumah dan kamu sudah tidak saya anggap sebagai anak lagi” begitu suara Bapak Sheina sambil berlalu dengan meludah seperti kompeni yang meninggalkan para inlander-inlander pribumi.

Malam semakin larut dan mulai senyap, lolongan suara kitab suci yang dikumandangkan di Mushalla sudah lenyap, terlelap dengan penghamba yang menanti cinta kasih dan hamparan keridhoan Allah, Suasana di depan Balai Desa semakin sunyi tinggal Aku dan Sheina dalam keadaan diam, “ oh iya, untuk sementara kamu tinggal dirumahku saja” begitu Aku menawarkan, dengan hati-hati tAkutnya Sheina tersinggung, tanpa mengeluarkan kata-kata Sheina mengangguk, setibanya di rumah karena orang tuAku adalah orang yang demokratis dan menerima Sheina dengan senang hati untuk tinggal dirumah, meskipun akan menimbulkan buah bibir “ Sheina, mandi dulu, dan istirahat disini saja, tapi banyak nyamuk lho” ibu ku dengan penuh kasih sayang seperti kepada anaknya dan mulai melupakan dosa dan kesalahan Sheina serta tanggapan masyarakat besok bahwa si pezina itu menginap di rumah. karena kamarku dipakai oleh Sheina, Aku jadi tidur diluar, tetapi malam itu Aku tidak bisa tidur, matAku cobAku penjamkan, tapi bayangan Sheina dalam rintihan dekapan Botak Biadab itu, selalu membayangiku, ditambah lagi tingkah Beib waktu di Jakarta, aksi-aksi kebrutalan teman-temannya terhadap Sheina di puncak, apa artinya semunya itu apakah ini semacam Tanur dimana tanda-tanda kepada Nabi Nuh dan umatnya untuk mempersiapkan diri untuk keluar dari negeri maksiat yang akan ditimpakan azab dari Allah, Aku mulai terhanyut dengan perasaanku, Aku mulai memejamkan mata dan semuanya gelap sehingga Aku pun membekas dalam pengembaraan mimpi diterpa perasaan yang menggelora.

Untuk menjaga kondisi dan demi kebaikan semua, Sheina Aku ungsikan kerumah Pamanku yang berada di Pagerungan Besar, salah satu Desa di Kecamatan Sapeken yang merupakan Desa yang sangat maju karena sebagai ladang eksplorasi gas bumi, Aku tidak tahu berapa keuntungan Perusahaan yang mengelola Gas bumi yang sudah beberapa tahun mengeksploitasi gas bumi itu, dan berapa dana untuk pemberdayaan masyarakat (community development) di kecamatan sapeken, tepat jam 3 sore kami tiba dirumah pamanku, dari perjalananku dari jembatan ke rumah pamanku, hal yang lumrah begitu banyak decapan kekaguman dari para lelaki setelah melihat Sheina, “ Sheina besok Aku pulang ke Sapeken, karena besok lusa lebaran, kamu betah kan disini?” malam yang indah diterpa sinar bulan purnama kami mengobrol di bobollo , kemudian Sheina memelukku dengan erat sambil mengerang, mungkin kegelisahan dan ketakutan yang kemarin dia pendam mulai ia tumpahkan, “ maafkan Aku Amril, mafkan Aku” Sheina terus saja mengulang kata-kata itu, dan pelukannya semakin erat dan menambah ketegangan dalam tubuhku, semakin erat pelukannya semakin memaksimal ketegangan yang mendera sebagian tubuhku, Aku mulai basah, maksudku bajuku yang basah karena air mata Sheina, dan lama kelamaan Sheina mulai melepaskan dekapannya, dan mulai berhenti menangis, sambil berkata “Aku betah koq” dan kemudian Sheina berlalu dihadapanku dan Aku masih menikmati dekapan itu dan terhanyut pada perasaan Sheina sekarang, Aku yakin dia butuh orang yang mengerti dan memahami perasaannya.

Sudah lima hari Aku meninggalkan Sheina di pagerungan besar, terasa ada yang hilang dalam diriku, menghentakkan kerinduan, merindu kala alam sunyi menyapa pangeran, sekejab nian sekilas musnah tanpa abu, asap dan sepengetahuan , layak jelangkung dalam lakon kaca ajaib, mengapa hantu-hantu kerinduan itu selalu bergentanyangan dalam pengembaraanku, oh nirwana agung penguasa angkara murka dan kedigjayaan, mungkinkah apa yang Aku alami ini akan disambut dengan ketulusan senyumannya, maaf dari surga untukmu, suara HP ku berbunyi, pamanku telepon suranya tampak tergesa-gesa, “ Ril paitu ko dali, ore Sheina dirilit takarapat ye beke lelle ma lokasi” , inna lillah serasa bumi ini berhenti berputar karena mau di potret Tuhan memakai kamera raksasa yang diambil dari langit, begitulah perasaanku, sejenak Aku tersungkur menghayati pembicaraan pamanku dan Aku tidak mendengar lagi kata-kata pamanku, HP pun Aku matikan, cobaan apa lagi ini, tanpa sepatah kata, Aku mulai mengambil tas dan bersiap berangkat ke Pagerungan Besar mencoba menjadi pahlawan yang kesekian kalinya bagi Sheina.

Sheina kembali lagi ke rumahku, Aku menjemputnya dan mencoba menenangkan massa yang ingin mengeroyok untung ada bantuan pamanku dan sedikit lobby kepada Kepala Desa Pagerungan Besar, Aku jadi bisa membawa Sheina, selama perjalanan Aku melakukan aksi mogok bicara, mungkin sebagai punishment bagi Sheina,supaya Sheina bisa belajar atas kesalahannya, selama tiga hari Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku dan merasa bersalah terhadap aksi diam ini, “ Ril mau nonton orkes tidak dikampung bukut ada orkes lho?” Aku diam saja meskipun dalam hatiku Aku mengiyakan, ya udah “Mbak desy ngajak Aku” sambil berlalu dihadapanku, Aku tekejut ketika dia menyebut mbak desy, ya.. mbak desy sosok yang paling Kontroversial se-kecamatan sapeken, kalo ada istilah “ pongkat ellene, endenedu pongkat” benar mbak Desy lah ahlinya, memiliki tinggi tubuh 172 cm, proporsional dengan berat badan dan tubuhnya, yang memang tidak menjadi rahasia umum lagi dan suami mbak desy adalah nelayan bernama Madun, beauty n the beast begitulah mbak desy dan madun digambarkan, dan beberapa kali orang mengadu kepadanya tentang ulah mbak desy ini kalau dia melaut, suaminya pasti mengelak, dan berkata “ Aku selalu percaya” begitulah Madun berucap bak slogan Barack Obama change we can believe in, tetapi mbak desy adalah sosok yang loyal kepada pejabat dan polisi, maksudnya loyal dalam memanjakan nafsu polisi dan pejabat tersebut, Aku jadi terkejut ketika Mbak Desy mengajak Sheina, Aku harus melihat dan mengawasi mereka, mungkinkah ada kejahatan terencana.

Ditempat Orkes dangdut ini kayaknya strategis, maksudnya strategis untuk orang yang dimanjakan dan dimabuk asmara, tempat yang gelap Cuma debu yang menyesakkan hidung, Aku yakin kok orang sapeken dari dulunya adalah ahli-ahli ibadah sangat menjunjung tinggi Syariat Islam seperti yang diungkapkan oleh Baginda Ustadz yang sangat dihormati di Sapeken, upz.. astaghfirullah mataku terbelalak melihat aksi dua sosok yang lagi dimabuk asmara yang biasanya dilakukan Angelina Jolie dan Brad Pitt dalam film Mr and Mrs Smith, lama Aku melihatnya dan sedikit menikmatinya, tetapi Aku cepat mengontrol diriku dan mulai mencari-cari Sheina ditengah kerumunan orang, “ hei Ril sedang apa tumben nonton orkes biasanya anak rumahan” suara itu mengagetkanku “ oh iya lihat Sheina tidak? “ Aku mecoba bertanya dengan serius “ oh iya mungkin dikarang kongo Aku, lihat dia bareng Mbak Desy” hatiku berdegup kencang Aku takut beberapa kejadian terulang lagi “ ayo kita susul, takut terjadi macam-macam” dengan nada memaksa dan sedikit khawatir, dan kemudian kami meluncur melintasi pantai disepanjang karang kongo memang tempatnya gelap, dan disinilah adegan-adegan yang biasa Aku lihat di website,naughtyamerica,milf, xxx, pornhub, dimainkan, mulai diatas kapal karam dekat pantai, kemudian dipasir putih, di pohon bakau, di pohon kelapa, diatas sepeda motor, ditengah bau amis kotoran manusia yang menusuk hidung. Sungguh adegan yang luar biasa, apakah Sheina ada di tempat ini, sekelebat dalam kegelapan Aku melihat perempuan lagi terenyuh diatas seorang laki-laki dengan manjanya, mungkin Sheina, lama kami melihat dan mencoba memperhatikan adegan mereka lewat cahaya bulan purnama, astaghfirullah… itukan Amel, tetanggaku yang nyantri disebuah pesantren, “apa kata dunia” gumamku dalam hati. Pantai indah karang kongo yang dinikmati keindahannya di siang hari, ternyata dimalam hari adalah tempat lokalisasi, Serusak inikah wajah sapekenku dimalam hari,dimana sajadah, tasbih, mukena, sarung yang mereka kenakan di siang hari, mungkin Sheina adalah potret terungkap degradasi moral di kecamatan Sapeken, Aku yakin Sheina-Sheina yang lain akan selalu bermunculan ditengah perkembangan arus globalisasi dan akses informasi yang menjerat budaya dan moral kita dalam paham kebebasan, mungkin tugas kita menyibak potret-potret yang terselubung itu menjadi nyata dan ditampilkan kemasyarakat bahwa ini benar ada dan secepatnya seluruh pemuka agama dan para pendidik mulai memberikan solusi bukan ancaman dan punishment kosong (fatwa) yang membelenggu nalar dan memberikan ketakukutan, pendekatan emosional dan sex education adalah jawabnya dengan tetap berlandaskan Syariat Islam, Aku mulai hanyut dengan perasaanku, Aku tidak lagi sedih dan khawatir karena Sheina, tetapi kepada seluruh perempuan di dunia ini, terutama di kepulauan tercintaku ini…. Aku pun menangis sejadi-jadinya sampai air mataku habis seraya habisnya nikmat Tuhan yang Aku sembah. Tuhan Aku mohon tundalah azabmu.

Surabaya, 4 November 2008

TAFSIR BEAUTY AND THE BEAST
OLEH : HENRINA
(Mahasisiwi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya)


Beauty and the beast, kali ini bukan untuk membahas lagu atau film dari negeri barat yang sudah kondang gulindang. Tapi kali ini akan membahas kecantikan versus keburukan. Why ??? supaya kita bisa membedakan mana cantuik betulan dan mana yang palsu atau beast yang dibungkus sedemikian rupa sehingga kehilangan bentuk aslinya dan terlihat cantik semu.
Beauty, perumpuan mana yang tidak mau disebut beatifull ? pasti deh hidungmu bakal kembang kempis kalau ada yang bilang how beautiful you are. Apalagi kalau bodimu menunjang dengan tubuh yang semampai (bukan semester tak sampai), langsing, putih dan rambut indah terurai. Walah…seperti iklan-iklan di televisi. Kamupun pasti percaya seratus persen bila ada yang memuji bahwa kamu terlihat cantikdengan modal sedemikian rupa. Sudah tidak keingat lagi kalau tiu semua rayuan gombal yang pasti ada mau.
Sedangkan bagi kamu yang nggak punya cirri-ciri diatas, pasti Cuma manyun karena merasa diri nggak cantik. Udah tubuh kalau nggak kelewat kurus pastilah kelewat gemuk, kulit cokelat kusam plus rambut yang keriting.duh, seakan-akan kelahiranmu di dunia menjadi sebuah kutukan dengan penampilan seperti ini. Kamu menjadi perempuan paling merana sedunia karena tidak ada sedikitpun kriteria cantik yang bisa dibanggakan. Tapi apa iya sih, definisi cantik Cuma yang kayak gini saja ??
Cantik, bagaimanakah ??

Beauty is in the eye of the beholder, kecantikan itu tergantung siapa yang melihat dan menilai. Di jaman kiasar Romawi dulu, perempuan cantik adalah yang bertubuh gendut dan subur. Kalau nggak percaya, coba lihat buku komik koleksimu. Yang jadi primadona kebanyakan perempuan bertubuh subur dan bukannya sikurus kering. Perempuan kurus dianggap kurang gizi dan tidak menarik. Seiring perkembanga wakut criteria cantik menjadi berubah. Karena manusia terutama perempuan mempunyai kecenderungan mudah menjadi gemuk daripada kurus. Maka ada pihak-pihak tertentu meliahat peluang ini. Di ciptakan stereotip perempuan cantik itu dengan tubuh yang langsing dan cenderung kurus. Model-model iklan dan peragawati adalah ikon untuk mengopinikan bagaimana menjadi perempuan cantik. Berlomba-lombalah para perempuan seluruh dunia meniru ikon itu. Obat pencahar dengan berbagai merek laris manis diserbu perempuan supaya dirinya bisa menjadi langsing dan kurus.
Barbie adalah gambaran sempurna tentang sosok perempuan ideal dalam bentuk boneka. Tubuh ramping, bagian pinggul bak gitar spanyol, hidung mancung, mata biru, bibir tipis, kulit putih dan rambut pirang. Perempuan seluruh dunia pun berlomba-lomba meniru sosok ini tak peduli dengan cara apapun. Jadilah laris manis obat pelurus rambut, pemutih kulit, pelangsing tubuh, hingga dokter bedah untuk kecantikan .
Perempuan gendut dengan kulit cokelat atau hitam dicitrakan sebagai perempuan jelek di banyak film-film produksi dalam dan luar negeri. Di opinikan dengan gencar agar para perempuan marasa malu menjadi gendut dan berkulit yang tidak putih. Jadilah perempuan bukan lagi sibuk mengurusi akhlak, upgrade pemikiran, dan iman tapi malah pusing mikirin berat badan, kosmetik terbaru apa yang lagi in. atau baju model apa yang lagi musim. Bagi yang berduit operasi plastik, memancungkan hidung, sedot lemak, menghilangkan kerut wajah hingga (maaf) payudara pun dipermak disana-sini. Tujuannya tampil cantik secara fisik. Padahal, kecantikan fisik sama sekali tidak berbanding lurus dengan kecantikan akhlak dan sikap. Seperti inikah gambaran cantik yang kita inginkan ??
Siapakah si cantik itu (beauty) ??
Si cantik atau the beauty adalah seseorang yang padanya terpancar kecantikan alami dan sejati. Bukan cantik yang pura-pura dengan memakai topeng kosmetik atau pun kesemuan yang pasti akan luntur.
Si cantik ini adalah yang mempunyai beauty luar dan dalam dengan bukti akhlak yang baik, otak yang cerdas, dan paling utama adalah iman yang mantap. Kamu bakal merasakan seseorag itu cantik ketika kamu merasa selalu bisa intropeksi bila berinteraksi dengannya.
Kulit si cantik selalu terlindung dibalik kain kerudung (khimar) dan jilbabnya. Hanya laki-laki yang bertanggung jawab saja yang mampu menyibak pesona kecantikan alami yang ada dibaliknya. Bukan tropi kuningan, segepok rupiah ataupun secarik kertas penghargaan. Tapi nilai kecantikan perempuan ini adalah dunia dan akhirat. Tak ada harta dunia yang mampu membelinya. Biar kata secara fisik si cantik menurut pendapat orang , perempuan jenis ini tak pernah ambil pusing. Kurus atau gendut bukan masalah besar lagi asalkan pola hidup sehat telah dijalankan. Karena tak dipungkiri ada perempuan yang membawa gen keluarga yang memang bertubuh gendut meski pola makannya sedikit.
Kulit tak harus putih asal selalu ditutup dengan sempurna sesuai perintah Allah. Hidung pesek, bibir yang tak setipis bibirnya Cindy Crawford, dan dagu yang sederhana tak seseksi dagu Nadine Candrawinata, itu semua nggak masalah sama sekali. Bahkan Maha Sempurna Allah yang maha tahu proporsi ideal wajah perempuan. Meski pesek tapi masih terlihat manis dengan ghodul bashor-nya (menundukkan pandangan) mata karena takwa. Bibir meski tak tipis selalu dibasahi dengan dzikirullah dan kalimat yang baik menjadikannya terlihat indah.
Sunngguh, kecantikan alami akan terpancar dari perempuan semacam ini. Bila ada senyum terukir, bukan demi gelar acara beauty pageant. Tapi semata-mata keramahan tulus yang hadir bernilai sedekah dan menuai pahala. Pancaran matanya bening bukan genit. Ayunan langkahnya ringan ke majelis-majelis ilmu dan dakwah. Cantik jenis ini tak akan pernah lekang dimakan usia dan zaman. Jadi meskipun satu ketika nanti masa muda pergi dan digantikan oleh masa tua, perempuan ini akan tetap terlihat cantik dimata siapapun yang memandang. Yang begini inilah yang pantas disebut inner beauty sejati.
Siapakah si jelek (beast) ??
Si jelek atau the beast adalah mereka yang mempunyai kecantikan semu dan penuh kepura-puraan. Kecantikan yang terpancar darinya Cuma sebatas permukaan dan penuh dengan polesan disana-sini. Semua yang ada di dirinya serba palsu, ya senyumnya, ya ketulusannya, dan lain-lain deh. Mereka ini ibarat manekin yang bisa berjalan. Tahukan apa itu manekin ? boneka cantik yang biasa dipajang di toko-toko baju, diam tak bergerak, tak punya otak. Namanya juga benda mati. Kecantikan jenis ini sangat suka dengan kilatan kamera dan rekaman video. Setiap inci senyumnya ada yang nge-shoot. Tanpa itu semua nggak bakal dia mau senyum ataupun berbuat baik pada sesama. Demi sekedar mendapat pengakuan cantik, cewek-cewek seperti ini merasa perlu mengikuti berbagai jenis beauty pageant untuk mendapat pengakuan dari para juri. Kasihan banget khan, hanya sekedar untuk mendapat predikat puteri cantik, cewek ini kudu obral harga diri. Aurat diumbar kemana-mana, rasa malu sudah tergadaikan karena gepokan rupiah dan iming-iming ketanaran nama.
Jadi kamu jangan terkecoh dengan kecantikan jenis ini, selain nggak riil, kecantikan ini juga nggak bakal tahan lama. Berapa sih usia seseorang mampu bertahan dengan kulit mulus dan kencang ? beberapa tahun kedepan, kulit luar yang selalu dibanggakan itu akan kendor dan keriput. Biar kata krim awet muda merek apapun yang dipakai, nggak pernah ada krim yang mampu melawan kodrat alam dan sunnatullah. Menjadi tua adalah satu kepastian yang tak mungkin ditolak siapapun juga, kecuali kematian. Kalau sudah ngomongin kematian, yang namanya kulit semulus apapun ia hanyalah onggokan benda mati yang segera menjadi santapan cacing tanah. Secantik dan semolek apapun kulitnya, itu semua tidak ada gunanya bila ajal telah menjemput. Bahkan di akhirat kelak, kulit cantik yang kerjaannya umbar aurat ini akan menjdi kulit terjelek yang pernah ada. Kulit itu akan dibakar di api neraka karena suka dipamerkan kepada laki-laki yang tak berhak menikmatinya.
Siapakah di balik beauty and the beast ??
Sesuatu di balik beauty sudah jelas dong. Islam sebagai ideologi alias the way of life menciptakan perempuan-perempuan cantik luar-dalam. Islam mampu menghasilkan perempuan berkualiatas dalam posisinya sebagai manusia sesungguhnya, bukan boneka bukan pula makhluk jadi-jadian. Maksudnya jadi-jadian adalah sosok yang tak mengenal dirinya sendiri dan bahkan merasa asing dengan kepribadiannya sendiri. Itu semua bisa terjadi karena tak pernah ada keraguan lagi bahwa islam berasal dari yang Maha menciptakan dan mengetahui kapasitas manusia dalam kedudukannya sebagai hamba. Seluruh aturan hidup yang diberikannya untuk manusia termasuk hamba berjenis perempuan semuanya pas dan klop dengan kebutuhan perempuan sendiri. Sebagai misal perintah menutup aurat ternyata selaras dengan kebutuhan perempuan untuk melindungi kulit lembutnya dari sengatan matahari. Tak perlu lagi berbgai jenis krim tabir surya yang dibeli itu semua ujung-ujungnya menguntungkan pengusaha kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu menutup aurat bukan karena supaya kulit menjadi sehat. Tapi itu semua dijalankan dijalankan sebagai bukti kepatuhan kita pada Allah Swt.
Sedangkan sesuatu dibalik the beast adalah semua ideologi yang tidak sesuai dengan firah kemanusian, tidak memuaskan akal dan pastinya menggelisahkan jiwa. Ini semua dipenuhi oleh dua ideologi besar dunia yaitu kapitalisme dan sosialisme. Karena sosialisme telah ambruk sebelum genap berumur satu abad, maka topik ini kita lewati saja. Fokus kita tujukan pada kapitalisme yang saat ini seakan-akan telah menguasai dunia dengan akidah sekulernya yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Kapitalisme inilah yang menjadi biang kerok semua kerusakan di bumi termasuk hadirnya perempuan-perempuan sebagai the beast alias korban keserakahan para borjuis capital. Ideologi inilah yang menyulap perempuan lugu menjadi boneka-boneka manekin yang diberinya pakain tapi telanjang. Tubuh perempuan yang seharusnya dilindungi malah diumbar auratnya kemana-mana demi manangguk untung materi. Wajah perempuan juga tak ubahnya badut dan topeng karena tebalnya lapisan kosmetik membelit kulit. Dari ujung rambut yang penuh semprotan hair spray hingga ujung kaki yang penuh coretan kuteks, menjadikan perempuan tak bedanya dengan seonggok benda mati.
Kejamnya perlakuan kapitalisme terhadap perempuan seperti gambaran diatas, tidakah menggugah hati nurani dan akal kita untuk berontak ? Cuma mayat hidup yang rela dirinya dan ketinggian martabatnya sebagai manusia diinjak-injak sedemikian rupa.so, bila sudah tahu dampak buruk kapitalisme terhadap kehidupan. Ayo..bangkitlah para Sheina-sheina (meminjam istilah dari salah satu cerpen karangan Minhadzul Abidin ) sapeken kita sama-sama campakkan ideologi ini ke tong sampah peradaban. Kita ganti dengan ideologi islam..yup hanya islam saja jawabannya. Wallahu a’lam bi ash-shawab. []